Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

Melupakan dan Merelakan

 Aku takut untuk mencintai Karena aku takut akan terluka Aku takut untuk memulai Karena aku takut akan berakhir Aku pernah mencintai dan terluka Aku pernah memulai dan berakhir Aku melupakan kemudian merelakan Sesingkat apapun ceritanya ini buka perihal mudah Melupakan kemudian merelakan

Memeluk Harapan

  Aku masih memeluk erat dirimu Tapi yang kupeluk hanyalah bayanganmu Aku masih memeluk erat rasaku padamu Tapi rasaku ini tak pernah sampai kepadamu Harapanku terlalu besar kepadamu Hingga tak berpikir akan terluka olehmu Hatiku tak kuasa untuk selalu mengharapkanmu Hingga ku tak sadar terlalu erat memeluk harapan kepadamu Dicintai itu memang menyenangkan Tapi mencintai itu menakutkan Seperti diriku mencintaimu yang penuh harap Begitu menakutkan ketika menyadari cinta ini sendirian

Kata Menjadi Kalimat

  Kata yang kau susun menjadi sebuah kalimat Kalimat yang kau lontarkan kepadaku Terdengar begitu indahnya Seketika itu aku bahagia Terbayang kau dan aku akan bersama menjalani hidup Terbayang kau akan menjadi cahaya dalam kegelapanku Terbayang hidup bersamamu adalah sebuah anugerah Anugerah yang tak terbayangkan yang Tuhan beri untukku Seketika itu bayanganku lenyap oleh sebuah kata yang kau susun dan kau lontarkan Terdengar begitu menyesakkan Seketika itu aku tak mampu bernafas Sesalku terlalu berharap kepada manusia Kata yang menjadikannya kalimat oleh manusia tiada artinya Aku menyerah pada kata yang menjadikannya kalimat oleh manusia Aku sungguh menyerah

Alasan

  Berapa lagi alasan yang harus aku buat, agar dia yang datang pergi Berapa lagi alasan yang harus aku ucap, agar mereka mengerti Alasan apa lagi, supaya aku tak menyakiti Alasan apa lagi, supaya aku tak menyesali         Semua karenamu, hatiku tertutup         Terkunci pada satu nama, hanya kamu        Tak bisa menerima siapapun        Karena kamu masih menjadi alasan kenapa hatiku tak menerima siapapun

Kehilangan

  Ingin melihatmu walau sekali  saja Ingin melihatmu walau hanya aku yang melihatmu Ingin bersapa denganmu walau sekali saja Ingin menyapamu walau hanya aku yang menyapamu         Waktu berlalu dan terus berlalu         Kau semakin jauh tak pernah terlihat olehku         Aku kesepian berusaha untuk melupakan         Dalam keramaian pun aku ingin melupakan Dan akhirnya aku menyadari yang paling sakit dari kehilangan adalah melupakan

Takdir

  Jika takdir mempertemukan kita kembali Aku akan percaya takdir itu ada Jika takdir tidak mempertemukan kita kembali Haruskah aku percaya takdir itu ada Salahkah aku menyalahkan takdir Takdir yang tiba-tiba mempertemukan Takdir pula yang tiba-tiba memisahkan Salahkah aku berharap pada takdir Aku hanya mencintai seseorang Entah sedalam apa, aku tak tau Karena takdir tak pernah bertanya sedalam apa aku mencintai

Seperti

  Cinta itu seperti angin Tak terlihat tapi dapat dirasakan Cinta itu seperti hantu Tak terlihat tapi menakutkan Cinta itu seperti musik terdengar indah Cinta itu seperti bawang membuat kita meneteskan air mata Cinta itu seperti air tak bisa di genggam Cinta itu seperti hujan datang dan pergi

Menakutkan

  Dicintai suatu hal yang menyenangkan Mencintai suatu hal yang menakutkan Apakah aku bisa mencintai lagi Sungguh aku ragu dan berpikir kembali        Aku akan mencoba untuk mencintai        Jika ada seseorang yang datang mencintaiku         Tak ingin mencintai terlebih dahulu         Tetapi ingin dicintai terlebih dahulu Seseorang yang datang menyakinkanku bahwa mencintai tidak menakutkan Sampai saat ini bagiku mencintai adalah hal yang menakutkan Bukan maksudku menutup diri Aku hanya takut terluka lagi

Tak Bisa Lupa

Harus berapa lama lagi aku menunggu Harus berapa lama lagi aku bertahan Waktu terus berjalan tak henti Tak perduli bahwa aku tersakiti Walau ada yang menghampiri Hatiku tak bisa mengkhianati Cinta ini membuatku buta Menolak segala hal yang datang Yang aku ingin hanya dia Walau aku tau aku di campakkan Jika waktu adalah obat untuk melupakan Kenapa waktu terus berjalan aku masih tetap tak bisa melupakan  

Semesta

  Semesta mempertemukanku dengannya Mengenalnya membuatku bahagia Bersamanya membuatku lupa akan terluka Semesta memisahkanku dengannya        Belum sempat aku memilikinya        Semesta menyuruhku pergi        Belum sempat aku menggenggam tangannya        Semesta menyuruhku melepaskannya Semesta membuatku tersadar Dia yang aku ingin miliki tak dapat aku miliki Semesta membuatku tersadar Dia yang ingin aku genggam tak dapat aku genggam          Semesta memberiku kenangan          Kenangan kebahagiaan         Kenangan kesedihan         Semesta memberiku waktu yang hanya sesaat dengannya.

Air

  Air hujan tak pernah meminta izin untuk turun ke bumi Rasa hati tak pernah meminta izin untuk menyimpan perasaan di hati Air hujan yang mengalir ke bumi Air mata yang mengalir ke pipi      Air hujan terjatuh tak pernah menyalahkan takdir      Air mata terjatuh terkadang menyalahkan takdir      Air hujan adalah air mataku yang mengalir disaat aku mengingatmu      Air hujan dan air mata membasahiku Tenggelam aku dalam hujan Tenggelam aku dalam kesedihan Aku menerima air hujan Dan aku menerima air mata

Terkadang

  Terkadang aku merindu Dalam lamunan aku merindu Rindu akan perhatian Rindu akan kebersamaan      Terkadang aku menginginkan seseorang      Secepatnya ada seseorang di sampingku      Terkadang aku merindukan seseorang      Menginginkan seseorang itu ada di sampingku Tapi apa daya ketakutanku lebih besar daripada keinginanku Mengalahkan semua kerinduan Melenyapkan lamunan kerinduan Terkadang ketakutanku melebihi segalanya.

Angin

  Aku adalah angin bagimu Angin yang hanya berhembus melewati Dan takkan kembali Walaupun kau mencoba kembali ke tempat angin berasal Angin takkan kembali     Kau yang menyianyiakan angin     Seandainya kau sadar angin itu datang     Seandainya kau merasakan angin itu berhembus     Angin itu akan berhenti dan kau rasakan Sekarang angin telah tiada Dan takkan kembali Begitupun aku telah pergi Dan takkan kembali

Maaf

  Sebuah kata "maaf" yang telah kau tuliskan Membuatku berpikir dan bertanya Apakah pantas aku memaafkan Sungguh begitu terlambat untuk kau ucapkan     Aku jahat atau kau yang lebih jahat     Memaafkan tak semudah diucapkan     Rasa sakit yang kau goreskan masih membekas     Begitu dalam hingga tak terbatas Tahukah engkau rasa sakitku yang begitu dalam Sama halnya dengan rasa cintaku yang begitu dalam Seperti halnya cinta dan benci yang tak dapat dipisahkan Begitu pula rasa sakit dan rasa cinta yang tak dapat dipisahkan

Bintang

  Aku menatap langit dalam kegelapan Begitu banyak bintang yang bersinar Tapi adakah satu bintang yang bersinar untukku Yang akan menyinari kegelapan dalam hidupku            Aku berharap hanya satu bintang            Satu bintang yang menyinari hidupku            Dalam kegelapan ini aku sendiri            Aku membutuhkan cahaya agar aku tidak terjatuh Hanya satu bintang tolong sinari aku.

Terdiam

  Mungkinkah perasaan akan berubah Setelah 3 tahun bertahan dan dicampakkan Perasaan yang bertahan sendirian Hanya bisa melihatmu dari belakang Apakah aku akan terus memandangimu Haruskah? Aku bukan patung yang terus terdiam Mataku bisa bergerak untuk berpaling Tapi entah hati ini masih tak sanggup Seakan sesuatu menahan untuk selalu terdiam Terus melihatmu dan terdiam Ini menyiksaku, sungguh aku ingin berpaling Membuka mata dan hatiku untuk seseorang yang menginginkanku

Kaca

  Kaca itu pecah tak bisa disatukan Begitu pun kita terpisah tak bisa dipersatukan Hati yang terluka Susah untuk lupa Kau kembali bukan untuk menyembuhkan luka Tapi kau kembali hanya menambahkan luka Dimana hatimu berada Aku terluka dan kau tak sadar Kembali seolah-olah baik-baik saja Berbicara pun aku sudah tak bisa Rasanya percuma Dirimu tak akan pernah sadar

Apa itu Cinta?

  Seseorang berkata "Jangan mencintai jika itu membuatmu terluka" Seseorang lagi berkata "Mencintailah jika terluka itu akan membuatmu dewasa" Aku pernah mencintai Aku pun pernah terluka Mencintai dan terluka adalah dua hal yang tak bisa di pisahkan        Semakin aku memahami apa itu cinta        Semakin aku tak mengerti apa itu cinta        Apakah cinta hanya kebahagiaan yang sesaat?        Apakah cinta hanya meninggalkan luka? Kebahagiaan musnah oleh luka Cinta bergangti menjadi murka Walau orang berkata cinta itu indah Tapi cinta yang terlalu menyakitkan tidak layak disebut cinta.

Cinta Sendirian

  Hanya aku yang melihatmu Hanya aku yang mengenggammu Hanya aku yang memperdulikanmu Hanya aku yang memikirkanmu           Cinta ini sendirian, tak terbalas           Walau aku tak berkata,          Seharusnya kau mengerti dengan perbuatan         Mencintaimu sungguh menyakitkan Mengenalmu adalah sebuah anugerah Bersamamu adalah sebuah kebahagiaan Memilikimu adalah sebuah keinginan Mencintaimu adalah sebuah cinta sendirian Cinta sendirian yang masih bertahan sampai saat ini.....

Cemburu

  Aku cemburu pada kata cinta Aku cemburu dengan cinta yang indah Aku cemburu dengan kata bahagia Aku cemburu dengan cinta yang indah          Maaf aku cemburu         Karena yang aku rasa cinta adalah luka        Aku cemburu dengan mereka yang bahagia karena cinta        Karena aku juga ingin merasakannya Terkadang aku benci untuk mencinta Tapi kata hati yang lain menginginkannya Terkadang aku ingin percaya pada seseorang Tapi kata hati yang lain tak mengizinkannya Karena percaya pada seseorang membuatku terluka.....

Terlalu

  Aku terlalu erat mengenggam Aku terlalu dekat memandang Aku terlalu jatuh dalam buaian Aku terlalu percaya pada ucapan          Salahku terlalu berharap          Mengharapkan sebuah rasa yang tiada kepastian          Salahku terlalu jatuh          Terjatuh ke dalam cinta yang sendirian

Jalan Raya

  Jalan raya itu saksi kita Saksi saat kau menatapku Saksi saat kau menghampiriku Saksi saat kau berjalan di sampingku             Langkah kaki yang menjadi satu            Sepasang mata yang menjadi satu           Sebuah tangan yang melindungi          Jalan raya itu menjadi saksi

Menyerah

  Bantu aku melupakanmu Bantu aku untuk menjauhimu Kau dekat tapi tak bisa ku gapai Terlalu dekat hingga ku tak bisa menjauh             Bagaimana aku membuka hati             Hatiku telah dikunci olehmu            Tapi kau tak membuka hati            Kau pun tak membiarkanku pergi Sungguh ku tak mengerti dirimu Ingin menyerah denganmu Menyerah dengan rasaku padamu Tapi semakin ku ingin menyerah semakin ku merindu

Selamanya

  Apa arti dari kata selamanya Tiada ada yang selamanya Termasuk dua insan yang saling mencinta Terpisah, tak ada kata selamanya hanya ada kata sesaat               Rasa yang terpisah karena kebohongan               Terpisah karena keegoisan               Terpisah karena pengkhianatan              Bahkan terpisah karena kematian Kata selamanya hanya mampu untuk diucapkan

Hilangkanlah

  Hilangkanlah sebuah rasa jika akan menjadi sia-sia Rasa yang lama akan tumbuh semakin dalam Apakah ini salah? Apakah ini akan sia-sia?               Sungguh hanya menginginkan rasa yang benar               Dan tak lagi membuat kecewa              Lelah dengan kekecewaan yang tak ada habisnya              Hanya berharap rasa ini akan menjadikannya bahagia              Terus berdoa dan meminta agar tidak kecewa oleh rasa

Terlambat

  Jika waktu dapat berputar kembali Dapatkah aku mengulangi kembali Kenangan indah bersamamu Kenyataan yang aku rasa kita semakin jauh                 Kebahagian itu dapatkan ku rasakan kembali                 Kata maaf telah kulontarkan padamu                 Walau seribu maaf dan seribu penyesalan                 Tak bisa lagi aku lontarkan padamu Penyesalan kini menyelimutiku Jarak diantara kita sudah menghilang Aku mendekat kau menjauh Apakah ini karmaku terhadapmu                Kenyataannya aku semakin merindu               Merindu kenangan bersamamu               Dan kusadari rasa ini begitu terlambat

Cinta

  Sungguh apabila cinta itu indah Mengapa yang aku rasakan sebaliknya Mengapa aku terkurung dalam kegelapan hampa, tiada suara dan sesak Sendiri tiada yang menemani Berteriak tiada yang mendengar Ingin mengenggam tapi tiada tangan yang bisa aku genggam                Sungguh cinta itu menakutkan                Tak terlihat jika itu kebohongan                Berdusta seperti hal biasa Aku pernah bahagia oleh cinta Duduk berdua di tanam bunga ditemani kupu-kupu Tangan yang hangat saat di genggam Suara yang indah saat di dengar               Aku terluka oleh cinta               Duduk sendiri di hamparan yang kosong               Tiada yang bisa aku genggam               Tiada yang bisa aku dengar

Jangan

  Jangan mencintai jika hanya sesaat Jangan datang jika ingin pergi Jangan membuat luka jika tidak bisa mengobati Jangan mengucapkan janji jika tidak bisa menepati                Aku hanya ingin dicintai bukan untuk dilukai                Aku hanya datang tidak untuk pergi                Aku tidak membuat luka karena aku tidak bisa mengobati                Aku tidak mengucapkan janji karena aku tidak bisa menepati Aku dan kau berbeda Aku mencintai untuk selamanya dan kau untuk sementara Aku datang untuk selamanya dan kau untuk sementara

Luka

  Luka ini terlalu dalam merasuk ke dalam hati Hati ini membeku karenanya Luka ini membekas di dalam hati Begitu sulit untuk menghapusnya                Luka ini tak berdarah tetapi membekas                Jangan memberi luka jika kau tak bisa mengobati                Luka yang kau beri membuatku mati                Mati dalam rasa Jiwaku hidup rasaku mati.

Takut

  Apakah salah jika mencintai Hanya dengan satu nama, satu wajah, satu suara Kenapa hanya aku yang terluka Padahal aku tak melukai                   Aku takut untuk mengenal                  Aku takut untuk mendekat                  Apalagi untuk mencinta                  Karena aku takut untuk terluka Bagiku cinta hanya mengisahkan luka Begitu indah ketika diawal Begitu pedih ketika diakhir Seperti itulah cinta berakhir dengan perih

Kecewa

  Begitu dalam rasaku untukmu Begitu ku tak ingin terluka olehmu Selalu membayangkan bahagia denganmu Tertawa hanya bersamamu                  Semua hanyalah semu                  Engkau datang membuatku bahagia                  Kemudian kau pergi membuatku terluka                  Diriku kecewa kepadamu Engkau yang selalu ada dalam hatiku Namamu selalu ada dalam ingatanku Wajahmu selalu ada dalam mataku Suaramu selalu ada dalam telingaku                   Sekejap kau membuatku terjatuh                   Aku di matamu hanyalah wanita biasa                   Terlalu biasa untuk dapat bersamamu                   Kec...

Batu

  Perasaan ini tidak seperti air terus mengalir Perasaan ini seperti batu diam dan keras Tapi batu juga bisa berpindah Jika ada yang memindahkannya Apakah kau kan membiarkannya? Ataukah kau kan menggenggamnya?

Dilema

  Apa yang kau mau Aku tak mengerti Aku mendekat kau menjauh Aku menjauh kau mendekat          Apa? andai aku bisa memahami perasaanmu          Mengerti apa yang kamu mau          Tapi aku hanya manusia biasa, dan aku juga wanita          Aku juga punya hati tak cuma kamu Ingin berhenti dan melupakanmu Tapi hati ini tidak bisa Kamu sudah terlalu dalam di hatiku Aku tak bisa berhenti           Berhenti untuk merindukanmu           Berhenti untuk menyanyangimu           Berhenti untuk mengkhawatirkanmu           Berhenti untuk mencintaimu Cinta ini aku rasakan sendiri Seandainya kau paham perasaanku Sampai kapan aku bertahan Berharap kau kan membalas perasaanku.

Tak Mengerti

  Aku benar-benar tidak mengerti Seberapa jauh aku harus maju dan seberapa jauh aku harus mundur Aku bahkan memperlihatkan kata-kata yang menunjukkan perasaanku Jika aku menunggu aku rasa kau tidak akan datang                  Jika aku mendekatimu aku rasa kau tidak menyukainya                  Tapi menyerah akan dirimu                  Aku tak mampu                  Aku sangat menyukaimu                  Aku pergi saat aku pergi                  Aku berhenti saat aku berhenti                  Itulah hatiku...

Puisi ke 14 "Walau Hanya"

  Walau Hanya Aku hanya ingin tahu tentangmu Semua yang kau lakukan Semua yang kau senangi Semua hanya tentangmu                Walau begitu aku bahagia               Tak bisa memilikimu tak apa                Karna yang aku mau hanya tetap berada di dekatmu                Mengetahui semua tentangmu Tapi aku tak bisa mengetahui tentangmu lagi Karna sekarang kau menjauh Mungkin salahku terlalu mendekat Aku merindumu sungguh merindu lagi.

Puisi ke 13 "Ajariku"

 Ajariku Karya: Rina Aryanti  Waktu begitu berlalu Begitupun dirimu seakan lenyap dari pandanganku Tak pernah lagi kau ada Walaupun hanya mengatakan kabar                Selalu kutatap layar hpku               Berharap kau berkabar               Walau hanya dengan "p"               Tapi tak ada yang bergetar Tekadku untuk bisa melupakanmu Terkalahkan dengan rasa rindu Sungguh aku ingin tau semua tentangmu Tak tertahan, tolong ajariku melupakanmu.