Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

Puisi ke 12 "Candu"

                                 Candu Karya : Rina Aryanti Mungkin aku buta Mungkin aku tuli Aku tak bisa melihat yang lain Aku tak bisa mendengar yang lain Saat ini aku candu Candu pada satu orang Candu pada satu nama Candu hanya padamu

Puisi ke 11 "Aku Takut"

                          Aku Takut Karya : Rina Aryanti Aku takut jika sendiri Aku takut akan sepi Aku takut kegelapan Aku takut sedih Tapi aku lebih takut tak memilikimu Aku lebih takut tak melihatmu Aku lebih takut tak bersamamu Aku lebih takut kau bersama yang lain Karenamu aku terbiasa sendiri Aku terbiasa sepi Aku terbiasa gelap Aku terbiasa sedih Karena kau tak ada disisiku aku terbiasa walau aku takut.

Puisi ke 10 "Bukit"

                                  Bukit Karya : Rina Aryanti Kau mengajakku melihat bukit Melihat sesuatu yang indah Kau memotretku dengan malu aku bergaya Di dekatmu aku merasa nyaman Aku merasa ingin terbuka Ingin tau semua tentangmu Dan kau pun harus tau semua tentangku Bukit itu menjadi saksi Kita berjalan berdua Bercanda tertawa bersama Melihat layang-layang terbang di atas langit Rumput itu menjadi saksi yang pernah kita injak bersama Maap rumput aku egois karena aku bahagia Maap tanah merah aku juga menginjakmu karena aku bahagia Maap langit dulu aku menatapmu berpura karena aku ingin menatap lebih lama orang yang ada bersamaku.

Puisi ke 9 "Mesjid"

                             Mesjid Karya : Rina Aryanti Mesjid adalah tempat suci  Tempat kita bertemu pertama kali adalah di mesjid Di depan kau berdiri menghampiriku Kita berkenalan kau tinggi dan aku pendek Aku lihat dirimu bagaikan si tinggi yang melindungi si pendek Aku kurus kau juga kurus Aku sastra kamu hukum Aku pendiam kau juga pendiam Mesjid pertama kita bertemu Berharap pula mesjid tempat kita bersama Di hadapan sang kuasa Saling mencintai karena Allah.

Puisi ke 8 "Masih disini"

                            Masih disini Karya : Rina Aryanti Masih disini masih dengan perasaan yang sama Perasaan rindu yang tak pernah hilang Berusaha aku melupakan Tapi tak bisa Mengingat masih mengingat Kenangan setiap kenangan Terbayang terus menghampiri Disetiap langkahku sungguh tak kuasa Masih di sini menunggu Menunggu dirimu yang tak pasti ku miliki Tapi hati berkata masih ingin menunggu Entah sampai kapan walau lelah aku masih disini untukmu.

Puis ke 7 "Boleh"

                                Boleh Karya : Rina Aryanti Bolehkah aku berhenti disini Saat ini dengan perasaan dan penyesalan Perasaan yang tak pernah aku ucapkan Karena begitu sulitnya Semua kata telah terlontar lewat puisiku Tak satupun kau mengerti Harus berapa puisi yang aku ciptakan untukmu? Bolehkah aku merasa lelah menunggumu untuk mengerti?