Postingan

Puisi

Sembunyi

Menyembunyikan sebuah rasa adalah keahlianku Terus bersembunyi walaupun aku terluka Berharap kau menyadari perasaanku Tanpa aku berkata Bukankah semua terlihat jelas Bagaikan bintang menunggu malam tiba Hingga dia terlihat bersinar dengan jelas Aku menunggumu dengan perasaan yang jelas Tapi ternyata itu semua tak kau lihat dengan jelas Akhirnya akan kusembunyikan perasaan ini dengan baik Akan kutekan agar tak tampak dari luar Bagaikan bintang yang bersembunyi di siang hari Dan tak akan keluar di malam hari Terhalang oleh hujan yang kau lihat dari luar.

Selamat Tinggal

  Ingin rasanya aku mengucapkan selamat tinggal Kepada dirimu yang selalu aku dambakan Sudah terlalu lama aku mencintaimu Bertahun-tahun terus tertuju padamu Tanpa kau tahu Tanpa kau sadari Selamat tinggal pada diriku yang telah mencintaimu Terimakasih pada diriku yang telah bertahan mencintaimu

Terlalu Terluka

  Aku kehilangan arah, terdiam Aku kehilangan semangat, terpaku Tapi waktu terus melaju tak diam Tak mengerti kepedihanku Terlalu terluka membuatku menutup mata Bahkan aku tidak perduli dengan cinta Membuatku lupa bagaimana rasanya mencintai dan dicintai Tapi aku hanya manusia yang tak bisa terus berlari Terlalu terluka membuatku takut Takut untuk mencintai Takut untuk dicintai Terus menghindar dan tak perduli Kesendirian ini sudah terbiasa bagiku Walau terkadang aku merasa sepi Ingin mencoba membuka hatiku Tapi aku takut terluka lagi

Batas

 Semua ada batasnya, termasuk sebuah rasa Dan kurasa segala perasaanku padamu kadaluarsa Bukan aku tak setia Tapi aku lelah  Menunggu ketidakpastian darimu membuatku menderita  Bertahan melihatmu tak menyadariku membuatku tersiksa Aku hanya wanita biasa bukan malaikat Semua yang aku lakukan ada batasnya.

Tak Sadar

Melihatmu membuatku tak sadar Bahwa air mataku pernah mengalir Mendengar suaramu membuatku tak sadar Bahwa ucapanmu pernah menyayat hati Sangat menyukaimu membuatku tak sadar Bahwa berulang kali aku terluka Waktuku terbuang tak sadar Selama lima tahun ini hanya menatap satu orang Aku ingin tersadar dan berhenti

Mengucapkan

Kau datang lagi seakan tak punya salah Aku menyambutmu seakan tak ada yang terjadi Siapa yang bodoh, aku atau kamu Ataukah kita pura-pura bodoh Bertemu setelah sekian lama berpisah Kau menceritakan kisahmu Aku menceritakan kisahku Seakan diantara kita tidak ada yang salah Tak ada yang berucap kepastian Dalam hati aku ingin berkata Kita adalah apa? Haruskan aku mengucapkan perpisahan Ataukah aku meminta kau tinggal Seandainya aku bisa, aku hanya ingin mengucapkan selamat tinggal, pergi dan melepaskanmu.

Jika Bisa Memilih

Mencintaimu itu yang sedang aku lakukan Mengagumimu itu juga yang sedang aku lakukan Jika bisa memilih aku ingin dicintai bukan mencintai Karena mencintai seseorang sepertimu sungguh melelahkan Terus mencintai tanpa dicintai Entah sampai kapan Aku hanya wanita terkadang tak memakai logika Wanita yang hanya terus memakai hati Seperti orang bodoh aku tak sadar Bahwa aku sering terluka Seperti semua itu sudah biasa Dilukai dan terus memaafkan